Kutilang Sebagai Indikator Kesehatan Lingkungan

By Sutomo Dardi 19 Okt 2021, 07:44:58 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Kutilang Sebagai Indikator Kesehatan Lingkungan

Keterangan Gambar : Dokumentasi : Musa Albakri


Burung Kutilang merupakan anggota keluarga burung merbah atau cucak-cucakan yang terkenal di Indonesia. Burung Kutilang merupakan burung asli Jawa dan Bali, burung ini kerap ditangkap untuk dijadikan hewan peliharaan. Burung Kutilang berukuran sedang dengan panjang 19 sampai 21 cm dengan memiliki warna sisi atas tubuh  (punggung dan ekor) bewarna cokelat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan. Bagian atas kepala, mulai dari dahi dan jambul bewarna hitam  serta bulu bewarna kuning  jingga,paruh dan kaki bewarna hitam serta iris mata bewarna merah.

Kutilang dapat ditemukan ditempat-ditempat terbuka seperti pekarangan rumah, semak belukar, tepi jalan dan kebun. Kebiasaan burung Kutilang ini sering berkelompok dengan sesama jenis Kutilang maupun burung merbah saat sedang beraktivitas. Koloni burung ini juga memiliki kebiasaan berjemur dan mandi embun setiap harinya dan senang betengger sembari merawat bulunya.

Burung Kutilang berjenis kelamin jantan dan betina memiliki beberapa perbedaan berdasarkan bentuk fisik. Kutilang jantan memiliki warna hitam menyeluruh dibagian kepala dan pada bagian mulut dalam berwarna kemerahan. Pada Kutilang betina memiliki warna hitam dibagian kepala yang tidak sebanyak Kutilang jantan serta pada warna mulut bagian dalam Kutilang betina terkesan warna kuning.

Biasanya Kutilang jantan memiliki kicauan yang lebih dominan dan panjang dibandingkan Kutilang betina yang hanya mengeluarkan bunyi singkat saat berkicau. Burung jenis ini memiliki sarang berbentuk cawan. Pada saat bertelur, Kutilang menghasilkan telur 2-3 butir dengan warna merah kejambuan berbintik-bintik ungu dan abu-abu. Kutilang tercatat bersarang sepanjang tahun dengan puncak berbiaknya mulai bulan April hingga September. Sebagaimana jenis burung merbah lainnya, burung Kutilang memakan buah-buahan yang lunak, ulat hingga serangga.

Dari sisi ekologi burung Kutilang berperan penting dalam menyebarkan biji-bijian dan mengontrol populasi serangga. Karenanya keberadaan Kutilang sangat bermanfaat bagi petani untuk mengatasi ledakan populasi berbagai jenis serangga, ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman. Disamping itu, keberadaan Kutilang juga mampu berperan sebagai penyeimbang rantai makanan di lingkungan sekitarnya.

Burung Kutilang memiliki peran sebagai sumber bahan pangan, sarana komunikasi, penyerbukan tanaman dan hewan peliharaan. Selain itu burung Kutilang dapat diandalkan sebagai penyebar biji-biji tumbuhan. Keberadaan dan perannya pada ekosistem tersebut akan berkontribusi pada kualitas maupun kelestarian alam yang mana terdapat koloni burung ini.

Pentingnya keberadaan burung Kutilang dalam komposisi ekosistem alam dapat digunakan sebagai indikator lingkungan. Apabila terjadi degradasi lingkungan yang merupakan habitat burung ini maka akan berkorelasi dengan minimnya populasi anakan pohon yang ada disana. Hal ini dikarenakan bersama dengan kotoran burung tersebut,biji buah-buahan dapat tersebar secara luas. Selanjutnya dengan adanya campuran kotoran, benih seakan mendapat pupuk alami yang penting dalam fase biji diawal pertumbuhan.

Selain itu burung dalam pengembangan dan pendalaman ilmu pengetahuan, berbagai jenis burung Kutilang telah diketahui memiliki keterkaitan erat dengan spesies tumbuhan tertentu. Selain terikat dalam rantai makanan, simbiosis antara produsen dan konsumen tingkat I ini dapat merefleksikan kesehatan lingkungan disekitarnya.*** Musa Albakri



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook