Pemanfaatan Water Aromatic/Hidrosol Daun Lawang Dalam Pembuatan Kosmetik Face Toner

By Sutomo Dardi 06 Okt 2021, 16:45:47 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Pemanfaatan Water Aromatic/Hidrosol Daun Lawang Dalam Pembuatan Kosmetik Face Toner

Keterangan Gambar : Documentasi : Lingga Puja Alaika


Saat ini banyak kosmetik mengandung bahan kimia berbahaya yang beredar di lingkungan masyarakat. Kosmetik yang sudah teruji secara klinis dan ilmiah belum tentu aman dan cocok bagi wajah seseorang. Efek tidak sesuai tersebut  menyebabkan wajah menjadi kusam, kasar, timbul jerawat menyebabkan alergi hingga iritasi pada kulit. Kerusakan kulit tersebut dapat dicegah dengan cara menghindari produk kosmetik yang mengandung bahan bahan kimia yang berbahaya bagi kulit wajah. Untuk memperbaiki hal tersebut, diperlukan inovasi dalam memproduksi kosmetik salah satunya yaitu produksi pembersih wajah atau face toner dari bahan alami.

Face toner adalah cairan berbahan dasar air untuk membantu mengatasi masalah-masalah tertentu pada kulit wajah. Pemakaian pembersih wajah dari bahan kimia dapat mengakibatkan pori-pori wajah menjadi lebih besar. Pori yang besar akan  memudahkan debu dan bakteri masuk ke dalam pori sehingga menyebabkan iritasi. Sebagai alternatif solusi face toner diproduksi dari hasil destilasi uap pada saat proses penyulingan minyak lawang. Hidrosol diperoleh dari proses pengendapan atau proses pemisahan antara air hidrosol dengan minyak lawang hasil sulingan. Pemakaian hidrosol secara topikal biasanya digunakan sebagai kosmetik seperti toner, pengganti air mawar, parfum, dan lain-lain.

Penyulingan minyak atsiri dari daun lawang digunakan sebagai aroma sabun, parfum, pasta gigi maupun minyak rambut. Didalam industri makanan minyak daun lawang ini sebagai modifer dan pembuatan vanili sintesis.

Secara teknis, pembuatan face toner dari hidrosol penyulingan minyak daun lawang bahan yang digunakan dalam pembuatan face toner dari daun lawang yaitu daun lawang. Hasil penyulingan daun lawang berupa air hidrosol yang dikumpulkan dari alat penyulingan. Air hidrosol yang didapat dilakukan pengujian derajat keasaman (pH) menggunakan indikator pH universal untuk mengetahui nilai pH agar tidak mengiritasi kulit. Hidrosol yang akan digunakan sebaiknya bernilai pH 4-7.

Dengan pemilihan bahan baku yang benar serta proses pengolahan yang tepat penyulingan daun lawang ini dapat menghasilkan hidrosol Minyak atsiri lawang mengandung komponen terbesar yaitu eugonol, safrol, dan 4-terpinol.

Kandungan eugonol memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat serta mengurangi peradangan dan kemerahan. Dengan adanya kandungan tersebut pada face toner yang dibuat dari hirosol penyulingan minyak lawing akan efektif untuk mengatasi jerawat, mencegah jerawat, dan meningkatkan kesehatan kulit. Dan 4-terpinol memiliki kandungan antiinflamasi dan antiseptik dalam mengatasi jerawat dan mencegah iritasi kulit wajah.

Dengan adanya khasiat tersebut maka diharapkan pembersih wajah dari hidrosol daun lawang ini dapat membersihkan kotoran yang terdapat pada kulit wajah. Hadirnya face toner  dengan memanfaatkan bahan dari penyulingan minyak daun lawang dinilai sebagai terobosan inovasi. Ketersediaannya yang melimpah disertai dengan potensi manfaat yang besar merupakan upaya yang baik dalam dunia kesehatan dan kecantikan.***LPA

 

Informasi dan diskusi lebih lanjut dapat menghubungi:

linggaalaikka@gmail.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook