Permen Kayu Putih, Sebagai Pelega Tenggorokan

By Sutomo Dardi 13 Okt 2021, 14:47:57 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Permen Kayu Putih, Sebagai Pelega Tenggorokan

Keterangan Gambar : Permen kayu putih dan proses pembuatan . Dokumentasi : Rania Alfateha


Pohon kayu putih dapat di deskripsikan sebagai pohon berukuran sedang dengan batang pokok yang dapat tumbuh hingga 30 meter. Dalam keadaan tertentu pertumbuhannya melambat bahkan dapat berkurang sehingga pohon ini tumbuh menjadi belukar dengan cabang yang banyak. Kayu putih mempunyai dimensi daun yang sempit, tipis, permukaan rata, tangkai pendek, lebar daun antara 0-5 sampai 1 inchi,  panjang daun antara 2 - 4 inchi dan berbentuk lancip. Daun kayu putih jika di remas mengeluarkan aroma yang khas. Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan atsiri atau yang telah dikenal secara umum di pasaran dengan minyak kayu putih.

Kayu putih merupakan tanaman yang tidak asing bagi masyarakat di Indonesia yang berkhasiat sebagai obat, wangi-wangian, kosmetik, bahkan dapat diolah menjadi permen. Manfaat kayu putih sebagai penghangat tubuh sudah lama diketahui dan penggunaan nya oleh masyarakat dilakukan secara turun-temurun. Ekstrak yang dikemas dalam bentuk minyak gosok dapat digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Ketika badan terasa tidak nyaman, minyak kayu putih bisa digunakan sebagai penghangat tubuh dan alternatif pertolongan pertama .

Namun manfaat ekstrak kayu putih tak hanya itu saja, dengan input teknologi khasiat tersebut dapat di maksimal kan pengolahan nya menjadi permen pelega tenggorokan. Permen kayu putih selain rasanya yang enak permen ini bisa memberikan kehangatan tubuh, mencegah masuk angin, melegakan dan memberi rasa aman rasa nyaman di tenggorokan. Dengan demikian, kayu putih semakin memiliki nilai ekonomi .

Minyak kayu putih yang digunakan sebagai bahan baku permen ini merupakan hasil destilasi kulit kayu dan daun tanaman kayu putih. Minyak atsiri yang peroleh tersebut merupakan minyak murni hasil destilasi beberapa kali. Hal tersebut akan berbeda dengan kualitas minyak kayu putih dengan pemanfaatan sebagai minyak gosok. Permen minyak kayu putih ini terasa segar, pedas namun tidak tajam dan tidak perlu ditambahkan bahan pengawet.

Secara teknis, minyak murni yang diperoleh dari proses panjang destilasi tersebut dimasak dengan glukosa, gula pasir, dan air. Selanjutnya olahan tersebut dicetak dan didiamkan sampai mengeras. Untuk fase akhir, permen kayu putih akan di kondisikan dan dikemas persatuan nya. Menurut hasil analisa kandungan nutrisi, permen kayu putih ini mengandung bahan aktif cajeputol yang terdapat dalam bentuk kristal fenolik. Selain khasiatnya bagi tenggorokan, permen kayu putih juga bisa mencegah karies gigi asal di konsumsi dalam takaran yang sewajarnya. Sehingga inovasi permen kayu putih ini diharapkan mampu memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat di tengah kondisi pendemi saat ini.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook